10 Tips Mahasiswa Berprestasi Berikut Ini Bikin Kamu Berpeluang Jadi Mapres – Memasuki dunia perkuliahan, kalian tentu akan sering mendengar istilah mapres atau mahasiswa berprestasi. Tahukah kamu bagaimana seseorang bisa dikategorikan sebagai mahasiswa berprestasi? Umumnya, seseorang bisa disebut sebagai mahasiswa berprestasi jika memiliki prestasi dalam akademik ataupun non akademik.

Pernah mendengar kata bijak yang menyebutkan bahwa “There is no elevator to success. You have take the stairs”-Anonim? Maksud dari kata bijak tersebut secara tidak langsung menggambarkan bahwa tidak ada hal di dunia ini yang instan. Kata bijak yang satu ini tentu berlaku jika kamu memiliki keinginan untuk menjadi seorang mahasiswa berprestasi. Mamikos yakin kamu juga akan setuju bahwa tidak ada mahasiswa yang sukses menjadi lulusan terbaik tanpa kerja keras dibaliknya. Nah, untuk dapat menggapai cita-cita menjadi seorang mahasiswa berprestasi, berikut ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan dalam dunia perkuliahan.

10 Tips Mahasiswa Berprestasi Berikut Ini Bikin Kamu Berpeluang Jadi Mapres

10 Tips Mahasiswa Berprestasi

1. Menetapkan tujuan kedepan

Hal pertama yang wajib kamu lakukan ketika ingin menjadi seorang mahasiswa berprestasi adalah menentukan tujuan kedepan. Karena tidak ada satu orang pun yang bisa menjadi mahasiswa super di dalam segala bidang, untuk itu pilihlah minimal 3 bidang saja yang ingin kamu kuasai baik itu di bidang akademis maupun non akademis. Intinya tujuan di bidang yang kamu pilih nantinya harus SMART, yakni Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Timely. Jangan lupa juga harus ditulis ya biar tujuanmu ini menjadi kenyataan.

2. Konsentrasi saat belajar di kelas

Selanjutnya, untuk menjadi mahasiswa berprestasi kamu juga tidak boleh lupa tujuan utama kuliah. Apa sih tujuannya? Ya, apalagi kalau bukan untuk belajar. Untuk membuat waktu kamu lebih efisien dengan hal lain maka kamu harus cerdik mengelolanya. Apabila sedang dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas usahakan jangan main handphone. Karena tak hanya akan berdampak buruk saja untuk kamu, tetapi juga teman di sampingmu. Serap sebanyak mungkin ilmu dari proses belajar di kelas. Bertanya sebanyak mungkin, jangan ragu karena bertanya tidak dosa. Pokoknya usahakan kamu keluar kelas kamu harus lebih pinter dari dosen ya! Hehehe.

3. Menerapkan sistem memahami dalam belajar

Belajar merupakan proses untuk memahami materi yang ada bukan untuk menghafal. Jika menghafal, yakin deh kamu pasti akan cepat lupa (Short Them Memory). Karena ketika kamu sudah memahami materi yang dipelajari, bentuk soal apapun pasti bisa kamu jawab dengan cepat. Berbeda halnya jika kamu hanya menghafal saja, kamu akan sulit untuk mencerna seluruh materi yang dipelajari.

4. Cari banyak teman

Kuliah memang sebenarnya bukan hanya mendapatkan ilmu di dalam kelas saja, tetapi juga untuk memperluas jaringan pertemanan. Untuk itu, kamu juga harus bergaul seluas mungkin. Kumpulkan lah teman sebanyak-banyaknya dari berbagai fakultas atau dari berbagai daerag. Tidak hanya terbatas di dalam kampus saja, perbanyaklah teman di luar kampus. Mereka ini akan menjadi kekuatanmu di masa depan, karena banyak teman berarti banyak peluang mendapatkan informasi. Orang yang punya punya informasi adalah orang yang sulit untuk dikalahkan.

5. Cari mentor terbaik

Untuk jadi mahasiswa berprestasi tentu kamu harus punya mentor. Cari yang super juga ya. Dia akan menuntunmu ke jalan yang tepat dengan mengingat jalanya menjadi super. Sehingga kamu tidak perlu harus merasakan kegagalannya. Tapi tidak berarti kamu tidak akan merasakan kegagalan. Karena kegagalan pasti akan selalu ada. Mentormu boleh lebih dari satu. Tapi sebaiknya kamu punya mentor sentral yang dapat menjadi penunjuk jalanmu. Dia bisa kakak kelasmu, orangtuamu, teman, atau bahkan dosenmu sendiri.

6. Mencoba berbagai hal positif

Terpapar oleh hal baru adalah salah satu cara mengasah kreatifitas kita. Sehingga kita dapat menyelesaikan masalah apapun yang menghadang kita. Kita juga dapat belajar dari kesalahan agar tidak mengulanginya. Kamu masih muda jadi banyak cari kesalahan biar banyak siap sama cobaan kedepannya.

7. Memulai bisnis dari sekarang

Tidak ada ruginya kamu mulai bisnis dari bangku kuliah. Bangkrut? umurmu masih panjang, masih bisa bangun lagi. Daripada kamu sudah tua bangun bisnis udah bangkrut pasti males mulai lagi. Kamu juga masih kreatif jadi bisnis juga dapat selalu berkembang. Jangka waktu perkembangan dapat lebih lama sehingga apabila keluar di kuliah bisnis mu sudah mapan.

8. Jangan mau menjadi lulusan biasa saja

Mahasiswa identik dengan panggilan sebagai kaum yang intelektualnya tinggi. Jangan sia-siakan kesempatan ini! Selama kamu menyandang status mahasiswa, kamu boleh bangga. Namun, yang perlu diingat ketika kamu lulus nanti akan menjadi apa. Ketika kamu sudah resmi lulus dari perguruan tinggi, itu pertanda kamu sudah tidak menyandang status sebagai mahasiswa.
Jika kamu tidak memiliki prestasi dan hanya menjadi lulusan yang biasa saja, kamu akan mudah tergilas oleh kemajuan global sekarang ini. Karena dengan diberlakukannya MEA di akhir tahun 2005 kemarin, seluruh individu dituntut untuk memiliki potensi lebih agar dapat bersaing dengan negara-negara ASEAN lainnya. Dengan menjadi mahasiswa berprestasi, kamu secara tidak langsung telah memiliki bekal dalam mempersiapkan masa depanmu kelak.

9. Asah skill yang dimiliki

Setiap orang tentu telah memiliki skillnya masing-masing. Nah, jika ingin menjadi mahasiswa berprestasi kamu wajib untuk mengasah skill yang kamu miliki ini. Ada banyak skill yang ada, salah satunya saja seperti skill dalam bahasa asing utamanya Bahasa Inggris. Skill yang satu ini minimal harus kamu miliki selama menjadi mahasiswa. Mengapa demikian? Karena bahasa Inggris kini telah menjadi hal yang biasa digunakan dalam bahasa pengantar Internasioanal. Kamu masih belum bisa bahasa Inggris? Yuk, mulai belajar saat ini. Masih ada peluang besar yang bisa kamu miliki.

10. Jangan pernah meremehkan akademik

Walaupun kamu cukup aktif dalam berbagai kegiatan organisasi di kampus, namun kamu juga tak boleh melupakan urusan akademik ya. Karena mayoritas mahasiswa yang aktif di organisasi biasanya akan cenderung menyampingkan akademik. Jika kamu terlalu sibuk dan fokus di urusan organisasi saja, maka nilai akademik kamu pun akan menurun dan kamu pun akan gagal untuk menyandang status sebagai mahasiswa akademik

Sumber :mamikos.com