Apakah kamu pernah merasakan omzet menurun? Jika pernah, apakah kamu mengetahui penyebabnya? Sering kali kamu tidak sadar bahwa ada yang salah dalam bisnis kamu. Namun, dalam diri kamu menolak bahwa bisnis masih bisa berlanjut. Padahal, tampak di depan mata bahwa pelanggan mulai meninggalkan toko kamu. Iklan mulai jarang masuk ke toko kamu. Bahkan kamu tidak mampu membayar gaji karyawan. Yang lebih parah adalah toko kamu terpaksa gulung tikar.

Hal-hal tersebut dapat dihindari apabila kamu mengetahui penyebab omzet menurun. Seharusnya, kamu mengidentifikasi, menemukan kemudian menganalisa apakah ada yang salah dengan produk atau pelayanan kamu. Mengapa kompetitor kamu lebih sukses? Apakah ada perbedaan yang cukup kentara? Jawaban dari pertanyaan tersebut bisa kamu ketahui dalam artikel berikut ini. Setidaknya ada 10 hal yang membuat omzet penjualan produk kamu menurun.

10 Hal yang menyebabkan omzet penjualan menurun

1. Kurang memanfaatkan media sosial

Di zaman yang serba digital, media sosial menjadi alat yang paling ampuh untuk melakukan promosi, mengenalkan produk, dan memberikan harga promo. Banyak pebisnis terutama yang bisnis online mengaktifkan hampir seluruh media sosial. Mulai dari Instagram hingga Youtube. Pasar digital akan selalu menarik. Jangkauan yang didapatkan pun lebih luas. kamu bahkan bisa menggaet pelanggan baru. Bahkan, pelanggan pun tak perlu ke toko kamu bila mana kamu menyediakan katalog online pada media sosial.

2. Kualitas produk menurun

Ini merupakan faktor utama penyebab omzet menurun dalam bisnis. Kamu harus melakukan evaluasi dalam hal produksi. Biasanya ini terjadi karena adanya kenaikan harga pada bahan baku pembuatan produk. Namun setidaknya kamu, dapat mengatasinya tanpa harus mengubah kualitas produk. Pilihlah bahan dasar yang memiliki kualitas yang baik, jangan lupa untuk selalu bandingkan antara bahan dasar satu dengan yang lain untuk mendapatkan yang terbaik. Sebab, sekarang ini masyarakat sudah mulai pandai dalam memilih produk.

3. Harga tidak terjangkau

Daya dukung pelanggan menjadi hal penting mengapa toko kamu selalu menjadi acuan. Namun, bisa jadi pelanggan akan berpaling ketika mengetahui ada kenaikan harga yang tidak wajar. Ini menjadi sulit baik bagi kamu maupun pelanggan. Kamu tetap perlu memberi porsi yang sesuai agar pelanggan tidak lari ke kompetitor. Misal, kamu memberikan potongan harga untuk pembelian produk tertentu. Sebab, harga menjadi acuan utama ketika pelanggan ingin membeli produk.

4. Tidak kreatif dalam menciptakan produk

Sebesar apapun bisnis kamu, tidak akan maju jika hanya stuck di satu titik. Terutama dalam menciptakan produk. Dalam berbisnis yang diperlukan dan harus dilakukan oleh pebisnis adalah, kreatif dalam menciptakan sebuah produk. Selalu berinovasi dan memiliki aneka produk terbaru. Dengan begitu, konsumen akan lebih banyak memiliki pilihan produk. Jika kamu hanya mengandalkan satu produk saja, bisa jadi akan membuat konsumen bosan. Sebab tidak ada inovasi terbaru.

5. Sering kosongnya persediaan barang

Suatu perusahaan yang sering terjadi keterlambatan dalam pengirimannya, maka akan menyebabkan banyak langganannya yang berpindah ke toko dengan merek lain, sehingga berakibat omzet penjualan menjadi turun.

6. Pelayanan yang kurang memuaskan

Ketika sebuah bisnis, menyiapkan pelayanan dengan baik maka akan mendapatkan masukan yang terbaik dari konsumen. Biasanya tidak sedikit konsumen pergi atau berpaling ke bisnis lain karena pelayanan yang diberikan. Oleh sebab itu, ini juga jangan sampai luput dari perhatian kamu untuk mengevaluasi bisnis. Cobalah melakukan audit terhadap pelayanan karyawan kepada konsumen. Jika sudah melakukan evaluasi dan menemukan ada yang tidak sesuai, sebaiknya lakukan perubahan.

7. Lokasi usaha yang kurang strategis

Lokasi yang kurang strategis juga dapat menjadi penyebab omzet menurun. Bahkan, ketika kamu pindah lokasi, ini juga dapat menjadi kemungkinan. Untuk itu, sebelum memutuskan lokasi yang akan dijadikan sebagai toko, sebaiknya lakukan survei terlebih dahulu. Pilihlah lokasi yang strategis, yaitu sekitar lingkungan daerah tersebut ramai sehingga akan banyak orang yang melihat.

8. Penurunan kegiatan sales promotion

Perusahaan yang ingin mempercepat proses peningkatan omzet penjualan, dapat melaksanakan kegiatan sales promotion, bilamana dirasakan omzet penjualan sudah benar sesuai dengan yang diinginkan dan mantap, maka pada umumnya perusahaan akan menurunkan kegiatan sales promotionnya sekedar untuk dapat mempertahankan penurunan kegiatan seperti tersebut diikuti oleh penurunan omzet penjualan.

9. Perubahan selera konsumen

Selera konsumen sewaktu-waktu dapat berubah dan ini tidak hanya tcrbaras pada barang-barang mode. Untuk barang-barang yang bukan mode seringkali terjadi pula perubahan selera konsumen.

10. Adanya tindakan dari pesaing

Kualitas produksi tidak berubah, service pada langganan tidak berubah, harga jual tetap dan sebagainya, ternyata omzet penjualan dapat turun. Hal ini dapat terjadi karena adanya tindakan dari pesaing, misalnya memberikan service yang lebih baik, menurunkan produksinva, dan lain-lain.

Sumber :UPTOWN