tips menabung ramadan

 

Menabung adalah aktivitas yang gampang-gampang susah. Sebagian orang mungkin sukses Menabung dan punya banyak uang simpanan.

Sedangkan sisanya tidak karena berbagai alasan. Salah satunya karena gaji bulanan yang pas-pasan.

Padahal kalau dipikir-pikir, menabung itu tidak melulu harus dalam jumlah besar. Jumlah kecil sekalipun sudah cukup asalkan uangnya disisihkan secara rutin.

Alhasil, jumlahnya pun semakin banyak dari hari ke hari. Bagi Anda yang ingin menabung tapi selalu gagal dengan alasan gaji pas-pasan, coba lakukan cara ini, seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Tentukan Tanggalnya untuk Menabung Rutin Terlebih Dahulu

Pertama-tama, coba tentukan kapan tabungan akan rutin diisi. Apakah itu saat awal bulan atau ketika gajian tiba, pertengahan bulan, ataukah setiap akhir bulan.

Penentuan waktu ini dapat dijadikan sebagai pedoman menabung setiap bulannya. Sehingga ketika tanggalnya tiba, Anda bisa menyisihkan uang buat ditabung agar tabungan bertambah secara perlahan.

Biasakan menabung sesuai tanggal agar uangnya tidak terlanjur terpakai untuk memenuhi kebutuhan lain. Agar lebih mudah lagi, Anda bisa menabung menggunakan sistem autodebet.

Dengan begini, maka aktivitas menabung tidak akan pernah lewat dari tanggal. Sebab, uang sudah masuk ke tabungan secara terjadwal.

2 dari 5 halaman

2. Ketahui dan Tentukan Jumlah yang Ingin Ditabung

Sebelum mulai menabung, coba pikirkan jumlah yang ingin ditabung setiap bulan. Jumlahnya tentu harus disesuaikan dengan total gaji yang diperoleh setiap bulan, sehingga aktivitas menabung tidak terasa memberatkan secara finansial.

Jangan minder apabila uang yang bisa ditabung hanya berjumlah Rp100 ribu atau Rp200 ribu saja per bulan. Terpenting adalah tabungan diisi rutin setiap bulan, sehingga jumlahnya bisa bertambah setiap bulan.

Jika suatu saat Anda terpaksa absen menabung karena adanya pengeluaran darurat, sebaiknya ganti jumlah yang terpakai pada bulan depan. Jangan biasakan absen menabung agar nantinya tidak ketagihan.

3. Tentukan Pos-pos Penggunaan Uang

Selanjutnya coba tentukan pos-pos penggunaan uang secara rinci. Ke mana dan untuk apa uang itu digunakan, sehingga penggunaannya tepat sasaran.

Ini sangat membantu untuk menghilangkan kebiasaan boros karena tujuannya sendiri sudah jelas sejak awal. Catat pos-pos pengeluaran sesuai dengan jenis kebutuhannya. Mulai dari kebutuhan primer, sekunder, dan tersier.

Pastikan kebutuhan pokok sudah terpenuhi terlebih dahulu sebelum melanjutkannya ke jenis kebutuhan lain. Tambahkan pula kisaran biaya untuk masing-masing pos pengeluaran.

Dari kisaran biaya ini, Anda bisa memprediksi berapa banyak uang yang akan dihabiskan untuk satu kali belanja. Dan Anda juga bisa memastikan jatah uang yang ditabung tidak terpakai.

4. Belanja di Waktu yang Tepat